Senin, 09 Oktober 2017

Wudhu Amalan yang Mudah, Tapi Besar Balasannya

Sebelum mendidirikan shalat, seorang Muslim harus berwudhu untuk menyucikan diri.

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh:  Ustaz Mohammad Zaitun Rasmin, Ketua Komisi Dakwah MUI
Ada sebuah amalan yang sangat mudah dilakukan namun besar balasannya yakni berwudhu. Wudhu sendiri ialah mensuci atau membasuh seluruh anggota badan tertentu dengan air sebelum mengerjakan shalat (shalat wajib maupun shalat sunah). Wudhu adalah syarat sah shalat, bila seseorang melakukan shalat tanpa berwudhu maka shalatnya tidaklah sah.

Seperti Sabda Nabi Muhammad SAW : “Tidak diterima Sholatmu tanpa Bersuci atau Wudhu “(HR. Muslim). Juga sabda nabi ” Bersuci atau Berwudhu adalah sebagian dari iman” (HR. Muslim)

Namun berwudhu dengan tidak berpakaian apakah dilarang? Bahwa tidak ada yang salah jika seseorang berwudhu dalam keadaan tidak memakai pakaian. Sebab ada alasan yang membuat seseorang tersebut berwudhu tanpa pakaian.

Berwudhu tidak dalam berpakain tidak masalah. Sebab Rasulullah SAW. mengajarkan kita mandi wajib. Dimana itu didahului dengan membersihkan kemaluan kemudian kita berwudhu. Ketika itu tentu saja tidak dalam berpakaian.

Namun, jika di luar alasan tersebut, alangkah baiknya ketika berwudhu menggunakan pakaian. Hal tersebut memang tidak dilarang, namun berkaitan dengan adab dan etika dalam berwudhu.

Selain itu berwudhu memiliki banyak manfaat bagi manusia seperti yang dijelaskan Rasulullah dalam sabdanya seperti berikut ini : “Barang Siapa yang Berwudhu secara Sempurna, maka dosa – dosanya akan gugur atau hilang di jasad-nya hingga keluar juga dari bawah kuku-kukunya” (HR. Muslim)

Seseorang yang tidur dalam keadaan suci atau telah berwudhu, maka para Malaikat mendoakan orang tersebut, memintakan ampun pada Sang Rabb. Al-Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sucikanlah badan-badan kalian, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur malam dalam keadaan suci melainkan satu Malaikat akan bersamanya di dalam syi’aar, tidak satu saat pun dia membalikkan badannya melainkan satu Malaikat akan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur malam dalam keadaan suci.”

Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu anuma, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidur dalam kedaan suci, maka Malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dan tidaklah ia bangun melainkan Malaikat berdo’a: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena ia tidur dalam keadaan suci".

Senin, 25 September 2017

Umur Umat Islam Tinggal 61 Tahun Lagi

Tidak terasa kita hidup di penghujung Zaman.
Rosululloh SAW Bersabda :
Zaman itu dibagi 5 (Hadits Shahih diriwayatkan Imam Ahmad):
1. Zaman Nubuwwah
(Zaman Nabi Muhammad SAW)
_2. Zaman Khilafah Nabi
(dipimpin sahabat -sahabat Nabi Abu Bakar Umar, Utsman dan Ali ra).
3. Zaman Al-mulk kerajaan (berakhir runtuhnya Dinasti Utsmani di Turki).
4. Zaman Jababiro (raja raja dan pemimpin yang menggigit)
Zaman kebebasan maksiat dimana-mana dan kita hidup di zaman ini.
Fitnah2 bertebaran untuk melemahkan kaum Muslimin (era fitnah terbesar akan terjadi saat Dajjal muncul), Org2 yg tdk cakap/zholim menjadi penguasa (pemimpin), jumlah ummat Islam banyak ttp bagaikan buih diatas laut (sedikit yg berjihad untuk membela Islam)…
Zaman ini sudah terjadi dan sedang kita jalani… Astaghfirulloh…..
5. Zaman Khilafah ala Nubuwwah
(Zaman yg mana suasana seperti pada zaman Rosululloh SAW, nanti umat Islam akan dipimpin
Imam Mahdi hanya berlangsung lebih kurang 9 tahun.
Pada zaman ini pula Dajjal muncul, Nabi Isa AS juga muncul ditugaskan untuk membunuh Dajjal dan meng-Islamkan orang2 Kafir/Nashoro).
Para Ulama hadits memprediksi ttg usia umur ummat Islam :
1. Ibnu Hajar Asqolani
seorang ulama pakar hadits, kitab beliau yg populer di lndonesia adalah Fathul Barri Beliau berkata umur umat Islam sampai 1476 H.
2. Imam As-syuyuthi
Beliau mengatakan umur umat Islam sampai 1477 HIJRIYAH
3. Ibnu Hajar Hambali
kata Beliau umur umat Islam lebih dari 1400 H namun tdk sampai
1500 HIJRIYAH
Allohu Akbar sekarang umur umat Islam sudah sampai pada 1437 H.
Hari kiamat tdk ada yg tahu termasuk Rosululloh SAW namun mengenai umur umat Islam, Rosululloh sdh memberi bocoran tidak sampai 1500 HIJRIYAH.
Kelak diakhir zaman Alloh SWT akan wafatkan serentak umat islam dimuka bumi dan yg tersisa hanyalah orang kafir yg akan menyaksikan hancurnya bumi gunung laut langit dan seluruh alam (baca Al-QUR’AN S.Al-Qori’ah, Al-Qiyamah, Al-Waqi’ah).
Diantara tanda kiamat sabda Rosululloh SAW akan muncul Dukhan (kabut hitam) yg menyelimuti bumi selama 40 hari 40 malam, lalu sahabat bertanya Ya Rosululloh kapan itu terjadi..???
Sabda Baginda Nabi SAW itu terjadi apabila yg
– pertama KALAU PENYANYI WANITA BERMUNCULAN DIMANA-MANA
– Yg kedua sabda Rosululloh SAW, kalau alat musik dicintai oleh umatku dan minuman keras dimana-mana….
Saudaraku,… tanda2 diatas sudah muncul semua sekarang………. .
Mumpung masih ada waktu, mari segera benahi diri, perbaiki kualitas ibadah dan perbanyak amal sholih untuk bekal di akherat nanti….
Wallohu’alam….
Kajian ilmiah seluruh Pakar Iptek di timur dan barat sdh 100% membenarkan Peringatan Rosululloh 14 abad yg lalu…! dan janji Alloh pasti benar dan tepat…!
BADAN Meteorologi dan Geofisika menyatakan bahwa akan terjadi kemarau panjang yang akan melanda dunia. Al-Neimor
Diperkirakan kemarau panjang tersebut akan dimulai tahun 2019 hingga 2022. Cadangan air dunia saat ini hanya tersisa 3% saja.
Lalu apa artinya informasi ini bagi kita.?………Artinya adalah:
keluarnya Dajjal telah sangat dekat.
Dan munculnya Imam Mahdi telah berada di tengah-tengah kita, tanpa kita sadari.
Ini berarti apa yang disabdakan Rosululloh telah terbukti.
Dalam hadits tentang kisah Tamim Ad-Dari, keluarnya Dajjal di tandai dengan keringnya danau Thabariyyah (Tiberias), keringnya mata air Zughar, dan pohon kurma Baisan tidak berbuah lagi. Dan jika kita mengikuti perkembangan informasi terakhir tentang tiga pertanda tersebut, sudah nyata terjadi.
Sudah terbukti menurut berita, pohon kurma di Baisan tidak berbuah lagi.
Diikuti dengan semakin minusnya mata air Zughar. Dan yang paling mencengangkan adalah surutnya air di danau Tiberias di Israel sudah sangat mengkhawatirkan.
sehingga pemerintah Israel sibuk mencari sumber air lain.
Salah satunya perencanaan penyulingan air laut. Dalam hadits lain dikatakan bahwa Dajjal akan keluar dari sarangnya ditandai setelah terjadi kemarau dan kekeringan selama kurun 3 tahun. Dan sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Badan Meteorologi dan Geofisika telah memperkirakan kekeringan panjang akan dimulai tahun 2019 hingga 2022.
Jika di antara kita ada yang pernah berhaji dari tahun 2011, 2012, 2013, 2014, maka insya Alloh pernah berjumpa dengan “calon Imam Mahdi” di dekat Ka’bah. Dan hanya orang-orang khusus saja yang mengetahui tanda tandanya. Dan kemunculan Imam Mahdi ini seperti yang pernah di nubuwahkan oleh Rosululloh adalah ditandai wafatnya Raja yang namanya bermakna nama hewan.
Bisa jadi ia adalah Raja Fahd (Fahd: singa). Setelah itu terjadi perselisihan. Dan naik tahta raja yang banyak dosa, kemudian meninggal, kemudian muncul raja yang baik. (Bisa jadi ia adalah Raja Salman). Wallohu a’lam.
Di masa atau setelah masa pemerintahan Raja Salman inilah terjadinya pembai’atan atas Imam Mahdi. Dari pertanda ayat-ayat qauniyah tersebut, kesimpulannya adalah akhir dari fananya dunia ini sudah demikian dekat.
Marilah kita berbuat baik semaksimal mungkin, dan ajaklah setiap berjumpa sesama muslim dimanapun, untuk semakin bersungguh-sungguh memperbanyak amal akhirat. (Amal baik)
ALLOHU AKBAR… !!!
Setiap yg bernyawa pasti akan mati maka perhatikan Nasihat ini:
Nasihat Kubur:
1). Aku adalah tempat yg paling gelap di antara yg gelap, maka terangilah .. aku dengan TAHAJJUD
2). Aku adalah tempat yang paling sempit, maka luaskanlah aku dengan berSILATURROHIM ..
3). Aku adalah tempat yang paling sepi maka ramaikanlah aku dengan perbanyak baca .. AL-QUR’AN.
4). Aku adalah tempatnya binatang2 yang menjijikan maka racunilah ia dengan Amal SEDEKAH,
5). Aku yg menjepitmu hingga hancur bilamana tidak Sholat, bebaskan sempitan itu dengan SHOLAT
6). Aku adalah tempat utk merendammu dgn cairan yg sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dgn PUASA..
7). Aku adalah tempat Munkar & Nakir bertanya, maka Persiapkanlah jawabanmu dengan Perbanyak mengucapkan
. LAA ILAAHA ILLALLOOH
Silahkan di share walaupun
Syaitan berbisik;
Sudahlah tak usah disebarkan, tak penting, buang waktu saja, tak mungkin akan dibaca
Sekecil apapun amal ibadah manusia, Alloh SWT menghargainya .. juga yg men-share ini…… Semoga menjadi amal yg di Ridhoi Aamiin
Perhatikan Firman Alloh
فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره
ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره
Barang siapa yg mengerjakan kebaikan seberat dzarrohpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya
Dan Barangsiapa yg mengerjakan kejahatan seberat dzarrohpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
(QS.AL-ZALZALAH-7&8)
Saudaraku semua perbuatan tdk ada yg luput dari pengawasan Alloh.. maka berbuat baiklah selagi ada kesempatan
SEMOGA BERMANFA’AT
Aamiiin3x Allohumma Aamiin

Jumat, 07 April 2017

Si Pitung, Tuan Tanah Cina, dan Pribumi Pengkhianat


Kali ini saya mau menuliskan tema sejarah. Sumber yang saya dapati mengenai hal ini seperti biasa saya ambil dari kitab Al Fatawi dan catatan-catatan yang berserakan milik salah satu keturunan penulis kitab Al Fatawi.
Berbicara tentang Pituan Pitulung atau Pitung biasanya kita lebih banyak mengetahui dari film-film yang dibuat pada tahun 1972 terutama yang diperankan oleh Dicky Zulkarnaen. Padahal skenario yang ditulis dalam film itu tercampur dengan imajinasi sang penulis skenario.
Pituan Pitulung atau Pitung bagi masyarakat Betawi adalah sosok Pahlawan pembela rakyat kecil. Keberadaannya nyata dan ini dibuktikan dengan adanya tulisan tentang mereka di kitab Al Fatawi yang disalin ulang dari catatan lama pada tahun 1910 Masehi oleh Kumpi KH Ahmad Syar’i Mertakusuma.. Pitung yang diceritakan pada film tahun 1972 sebenarnya intinya tetap sama, yaitu perlawanan terhadap kezaliman rakyat kecil, hanya sayangnya pada pembuatan film tersebut banyak ahli waris Pitung yang tidak dilibatkan, lagipula masyarakat yang dekat dengan kehidupan Pitung seperti di kawasan Jipang Pulorogo (kini daerah itu meliputi daerah Slipi, Palmerah, Kemanggisan, Rawa Belong dan sekitarnya) masih sangat tertutup untuk membuka sejarah Pitung dikarenakan trauma sejarah yang telah mereka alami. Masih terasa sakit hati mereka ketika leluhurnya dizalimi oleh penjajah dan kaki tangannya. Masih terasa di relung hati mereka bagaimana beberapa anggota Pitung gugur akibat kezaliman para penguasa tiran.
Banyak yang tidak mengetahui bahwa salah satu penyebab perlawanan Pitung adalah karena adanya kesewenang wenang Tuan Tanah China yang disokong oleh Penjajah Belanda. Tuan tanah China pada masa itu sangat kuat pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Jakarta. Mereka ini kadang bisa menentukan kebijakan yang akan ditentukan oleh fihak Penjajah. Kerjasama dua golongan ini benar-benar telah menciptakan kesengsaraan bagi rakyat Betawi. Penjajah memang sangat memanjakan golongan yang satu ini karena dari mereka banyak mendapatkan masukan berupa “upeti”, disamping itu sejak dahulu memang golongan tuan tanah china adalah fihak yang sangat mudah diajak kerjasama dalam berbagai hal.
Kerjasama dua golongan ini memang dikenal solid, keberadaannya bahkan semakin menakutkan tatkala mereka berhasil merekrut beberapa pribumi untuk dijadikan kaki tangan mereka. Pribumi yang bermental budak tersebut mereka bayar dengan uang keping sesen dua sen. Bermodalkan bayaran yang sebenarnya tidak besar itu Tuan tanah Cina dan Penjajah berhasil menciptakan ketakutan-ketakutan pada masyarakat kecil.
Pada saat ketakutan dan kegelisahan rakyat terhadap tuan tanah china dan penjajah belanda, tidak lama kemudian muncullah perlawanan rakyat Betawi yang dimotori oleh para Mujahid Islam yang bernama Pituan Pitulung yang dibentuk atas saran para Pejuang Jayakarta dibawah binaan para ulama dan sesepuh adat Jayakarta pada saat itu. Pituan Pitulung adalah perlawanan lanjutan dari perlawanan-perlawan sebelumnya yang pernah dikumandangkan Mujahid Jakarta, dan itu terjadi sejak masa Fattahillah sampai dengan masa Pituan Pitulung. Pusat gerakan ini berada di Pondok Pesantren KH Haji Naipin Kebon Pala Tenabang. Sedangkan domisili keluarga Pituan Pitulung, terutama tokoh Penghulu Pitung, mereka berada di wisma Jipang Pulorogo yang sekarang sudah menjadi milik kompas. Wisma Jipang sudah beralih menjadi milik kompas dan sudah tidak ada lagi karena diganti bangunan besar yang kini berdiri menjadi Harian Kompas Gramedia.

Munculnya Pitung jelas merupakan hal yang didambakan rakyat kecil. Rakyat mulai berani menghadapi para Centeng-centeng yang dibayar para Tuan tanah China, memang tidak semua Tuan tanah china yang bersikap seperti ini, namun jumlahnya tidak banyak, itupun mereka pada akhirnya harus loyal kepada Penjajah ketimbang kepada rakyat. Tidak jarang bentrok fisik sering terjadi antara rakyat dengan para centeng-centeng penghianat pribumi yang dibayar murah ini acap kali terjadi. Rakyat kecil yang merupakan penduduk asli Betawi tidak jarang selalu dihadapkan dengan pribumi yang didatangkan dari beberapa daerah. Politik devide et impera benar-benar dijalankan penjajah dan tuan tanah china.
Kondisi demikian segera bisa dibaca Pitung. Merekapun kemudian terus melakukan perlawanan dan tekanan-tekanan kepada para centeng dan tuan tanah China. Perkelahian sering tidak terhindarkan, Namun dari beberapa perkelahian tidak ada satupun yang bisa mengalahkan Pitung. Hal ini tentu semakin membuat marah para tuan tanah china, sehingga merekapun kemudian meminta bantuan kepada penjajah untuk mengatasi perlawanan Pitung, terlihat jika para tuan tanah ini sangat ketakutan akan sepak terjang para Mujahid Jayakarta ini.Selain perlawanan fisik, Pituan Pitulung, KH Naipin juga mengadakan hubungan komunikasi politik dengan tokoh-tokoh Islam yang saat itu banyak yang simpati terhadap gerakan ini.
Belanda yang melihat kegelisahan para tuan tanah china segera menyikapi, maka diutuslah Schout Van Hinne untuk mengatasi perlawanan Pitung. Belanda juga kemudian merekrut Marsose yang merupakan Tentara Bayaran yang didatangkan dari beberapa daerah bangsa sendiri untuk menghadapi Pitung. Mendengar hal ini Para Pendekar Pitung yang dimotori oleh Radin Muhammad Ali dan Radin Muhammad Roji’ih justru semakin menghebat perlawanannya. Perlawanan tidak melulu melalui fisik, beberapa tulisan juga mereka lakukan dengan mengirimkan surat peringatan keras kepada mereka yang selama ini pro kepada Penjajah.
Gerakan Pitung semakin membuat marah pemerintah Belanda karena dalam beberapa tahun sulit untuk ditangani Schout Hinne. Hal ini bahkan telah juga membuat marah Snouck Horgronje yang merupakan penasihat Kerajaan Belanda. Snouck jengkel karena Hinne tidak mampu mengatasi Pitung. Oleh karena itu sekali lagi Belanda akhirnya membuat strategi pecah belah dengan menggunakan Marsose untuk mengejar habis para pejuang Islam ini. Belanda juga memanfaatkan pribumi lemah iman untuk membocorkan keberadaan Pitung. Para centeng-centeng bayaran direkrut dan difasilitasi. candu-candu disebar agar para anjing-anjing kompeni itu bisa berbuat anarkis dalam aksinya. Tindakan penjajah ini tentu sangat membuat senang tuan tanah china yang ada di Betawi, tidak segan-segan mereka itu mengeluarkan uang kepada Belanda agar penjajah ini segera bisa menangkap Pitung.
Tindakan Belanda selanjutnya adalah dengan mempersempit ruang gerak Pitung. Semua mata-mata dikerahkan, propaganda disebarkan. Tidak jarang terdengar berita jika anggota Pitung ada yang tertangkap, padahal kenyataannya hal itu bohong besar. Anggota Pitung hanya sekali tertangkap saat Bang Saman dan Bang Jebul tertangkap hingga kemudian mereka dipenjara di Glodok. Tapi penangkapan ini tidak lama, karena kemudian dua orang anggota Pitung tersebut berhasil lolos bahkan mereka berhasil membunuh penjaga penjara.
Lolosnya dua orang anggota Pitung tentu sangat menggelisahkan tuan tanah china dan para centeng-centeng yang telah membocorkan keberadaan Pitung. Lolosnya kedua tokoh penting itu juga membuat fihak Belanda jengkel…perburuan terus dilakukan…semua yang berkaitan dengan Pitung diteror ! Tuan tanah china semakin semena-mena, sanak famili Pituan Pitulung diancam. ternak peliharaan mereka dirampas, daerah Jipang Pulorogo yang berada di pinggir kota, mulai mereka intai dan diambil tanahnya satu persatu dan menempatkan pribumi pendatang untuk mendesak pribumi asli yang sudah ratusan menetap di daerah Jipang Pulorogo.
Pitung tetaplah Pitung, mereka terus secara keras melakukan perlawanan, dan ini sesuai dengan pesan gurunya agar mereka harus tetap berjuang dan selalu membela rakyat kecil, gelora jihad fisabillah tetap harus dikobarkan. Takbir dalam setiap perlawanan selalu dikumandangkan para pejuang Islam ini. Gerak langkah Pitung ini juga didukung keluarga besar keturunan Jayakarta yang tersebar di beberapa tempat seperti Cengkareng, Kalideres, Ciledug, Cakung, Marunda, Kebayoran, Condet, Jatinegara Kaum, Kayu Putih, Kemanggisan, Rawa Belong, Tenabang, Jelambar, Slipi, Kemandoran, Senen, Klender, Pekojan, Sawah Lio, dll.
Perjuangan Pitung terus berjalan hingga satu demi satu para tokohnya gugur. Ji’ih gugur tertembak sebelum tahun 1899 Masehi, namun jenazahnya masih bisa diselamatkan. Radin Muhammad Ali yang merupakan pemimpin gerakan ini gugur tahun 1905 dan kemudian mayatnya dimutilasi para anjing-anjing penjajah tersebut.
Namun demikian sebelum gugur Radin Muhammad Ali masih sempat mewasiatkan kepada pengganti Ji’ih yaitu KH Ahmad Syar’i atau Kong Syar’i untuk meneruskan perjuangan Pituan Pitulung bila mereka gugur. Dan estafet perjuangan itu akhirnya diteruskan oleh Kong Syari dan keluarga besar pejuang-pejuang Jayakarta yang masih ada. Perjuangan pasca syahidnya Radin Muhammad Ali tahun 1905 Masehi dilanjutkan, hingga kemudian muncullah perlawanan petani condet dan Ki Dalang hingga akhirnya kemudian muncul nama MH Thamrin untuk bergerak di dalam bidang politik. Keberadaan para pejuang Jakarta juga mulai diperhitungkan para aktifis politik seperti HOS Cokroaminoto, Gunawan Mangunkusumo, dll. Mereka sangat simpati dengan perjuangan rakyat Jakarta yang selalu gigih dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dibumi warisan Fattahillah ini..
Masa Pitung memang telah berlalu, namun semangat jihad fisabillah mereka patut dikenang sebagai perlawanan heroik masyarakat pribumi Jakarta. Perlawanan mereka tidak pernah kalah sekalipun para tuan tanah china, pribumi penghianat dan penjajah mencoba menghalangi perlawanan mereka. Bagi Pitung mati syahid lebih mulia daripada hidup terjajah….
“INNA FATAHNA LAKA FATHAN MUBINA”

sumber: ikrafaalfattah.blogspot.co.id

Jumat, 20 Januari 2017

Sayyid Qutb: Berbakti-lah Kepada Orang Tua

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ
لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا (24) رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا (25)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’ Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” (QS Al-Isra’ [17]: 23-25)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia…”
Ini adalah perintah untuk mengesakan Sesembahan, setelah sebelumnya disampaikan larangan syirik. Ini adalah perintah yang diungkapkan dengan kata qadha yang artinya menakdirkan. Jadi, ini adalah perintah pasti, sepasti qadha Allah. Kata qadha memberi kesan penegasan terhadap perintah, selain makna pembatasan yang ditunjukkan oleh kalimat larangan yang disusul dengan pengecualian: “Supaya kamu jangan menyembah selain Dia…” Dari suasana ungkapan ini tampak jelas naungan penegasan dan pemantapan.
Jadi, setelah fondasi diletakkan dan dasar-dasar didirikan, maka disusul kemudian dengan tugas-tugas individu dan sosial. Tugas-tugas tersebut memperoleh sokongan dari keyakinan di dalam hati tentang Allah yang Maha Esa. Ia menyatukan antara motivasi dan tujuan dari tugas dan perbuatan.
Perekat pertama sesudah perekat akidah adalah perekat keluarga. Dari sini, konteks ayat mengaitkan birrul walidain (bakti kepada kedua orangtua) dengan ibadah Allah, sebagai pernyataan terhadap nilai bakti tersebut di sisi Allah:
“Dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”
Dengan ungkapan-ungkapan yang lembut dan gambaran-gambaran yang inspiratif inilah Al-Qur’an Al-Karim menggugah emosi kebajikan dan kasih sayang di dahati anak-anak.
Hal itu karena kehidupan itu terdorong di jalannya oleh orang-orang yang masih hidup; mengarahkan perhatian mereka yang kuat ke arah depan. Yaitu kepada keluarga, kepada generasi baru, generasi masa depan. Jarang sekali kehidupan mengarahkan perhatian mereka ke arah belakang..ke arah orang tua..ke arah kehidupan masa silam..kepada generasi yang telah pergi! Dari sini, anak-anak perlu digugah emosinya dengan kuat agar mereka menoleh ke belakang, ke arah ayah dan ibu mereka.
Kedua orang tua secara fitrah akan terdorong untuk mengayomi anak-anaknya; mengorbankan segala hal, termasuk diri sendiri. Seperti halnya tunas hijau menghisap setiap nutrisi dalam benih hingga hancur luluh; seperti anak burung yang menghisap setiap nutrisi yang ada dalam telor hingga tinggal cangkangnya, demikian pula anak-anak menghisap seluruh potensi, kesehatan, tenaga dan perhatian dari kedua orang tua, hingga ia menjadi orang tua yang lemah jika memang diberi usia yang panjang. Meski demikian, keduanya tetap merasa bahagia!
Adapun anak-anak, secepatnya mereka melupakan ini semua, dan terdorong oleh peran mereka ke arah depan. Kepada istri dan keluarga. Demikianlah kehidupan itu terdorong. Dari sini, orang tua tidak butuh nasihat untuk berbuat baik kepada anak-anak. Yang perlu digugah emosinya dengan kuat adalah anak-anak, agar mereka mengingat kewajiban terhadap generasi yang telah menghabiskan seluruh madunya hingga kering kerontang!
Dari sinilah muncul perintah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dalam bentuk qadha dari Allah yang mengandung arti perintah yang tegas, setelah perintah yang tegas untuk menyembah Allah.
Setelah itu konteks surat menuangi seluruh suasana dengan keteduhan; dan menggugan emosi dengan kenangan-kenangan masa kecil, rasa cinta, belas kasih dan kelembutan.
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu..”
Usia lanjut itu memiliki kesan tersendiri. Kondisi lemah di usia lanjut juga memiliki insprasinya sendiri. Kata عندك yang artinya “di sisimu” menggambarkan makna mencari perlindungan dan pengayoman dalam kondisi lanjut usia dan lemah. “Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah kamu membentak mereka…” Ini adalah tingkatan pertama di antara tingkatan-tingkatan pengayoman dan adab, yaitu seorang anak tidak boleh mengucapkan kata-kata yang menunjukkan kekesahan dan kejengkelan, serta kata-kata yang mengesankan penghinaan dan etika yang tidak baik. “Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” Ini adalah tingkatan yang paling tinggi, yaitu berbicara kepada orang tua dengan hormat dan memuliakan.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan…” Di sini ungkapan melembut dan melunak, hingga sampai ke makhluk hati yang paling dalam. Itulah kasih sayang yang sangat lembut, sehingga seolah-olah ia adalah sikap merendah, tidak mengangkat pandangan dan tidak menolak perintah. Dan seolah-olah sikap merendah itu punya sayap yang dikuncupkannya sebagai tanda kedamaian dan kepasrahan. “Dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’”
Itulah ingatan yang sarat kasih sayang. Ingatan akan masa kecil yang lemah, dipelihara oleh kedua orang tua. Dan keduanya hari ini sama seperti kita di masa kanak-kanak; lemah dan membutuhkan penjagaan dan kasih sayang. Itulah tawajuh kepada Allah agar Dia merahmati keduanya, karena rahmat Allah itu lebih luas dan penjagaan Allah lebih menyeluruh. Allah lebih mampu untuk membalas keduanya atas darah dan hati yang mereka korbankan. Sesuat yang tidak bisa dibalas oleh anak-anak.
Al Hafizh Abu Bakar Al Bazzar meriwayatkan dengan sanadnya dari Buraidah dari ayahnya:
“Seorang laki-laki sedang thawaf sambil menggendong ibunya. Ia membawa ibunya thawaf. Lalu ia bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah aku telah menunaikan haknya?” Nabi SAW menjawab, “Tidak, meskipun untuk satu tarikan nafas kesakitan saat melahirkan.”
Oleh karena emosi dan gerak dalam konteks ini terhubung dengan akidah, maka Al-Qur’an mengulangnya dengan mengembalikan semua urusan kepada Allah yang mengetahui niat, dan mengetahui apa yang ada di balik ucapan dan perbuatan.
“Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” (25)
Nash ini hadir sebelum melanjutkan bahasan tentang taklif, kewajiban dan adab selanjutnya. Ia hadir untuk mengambalikan setiap ucapan dan perbuatan kepada Allah; untuk membuka pintu taubat dan rahmat bagi orang yang berbuat keliru atau teledor, kemudian kembali dan mengoreksi kekeliruan dan keteledoran tersebut.
Selama hati baik, maka pintu ampunan tetap terbuka. Orang-orang awwab (yang bertaubat) adalah mereka yang setiap kali berbuat keliru maka mereka kembali kepada Tuhan mereka sambil meminta ampun.
Sayid Qutb

Rabu, 18 Januari 2017

Surat Imam Al-Ghazali kepada Salah Seorang Muridnya

Wahai anak! Nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya; karena terasa pahit oleh hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang. Terutama dikalangan penuntut ilmu yang membuang-buang waktu dalam mencari kebesaran diri dan kemegahan duniawi. Ia mengira didalam ilmu yang tak bersari itulah terkandung keselamatan dan kebahagiaan, dan ia menyangka tak perlu beramal. Inilah kepercayaan filsul-filsuf.
Ia tidak tahu bahwa ketika ada pada seseorang ilmu, maka ada yang memberatkan, seperti disabdakan Rasulallah saw: “Orang yang berat menanggung siksa di hari kiamat ialah orang yang berilmu namun tidak mendapat manfaat dari ilmunya itu.”
Wahai anak! Janganlah engkau hidup dengan kemiskinan amal dan kehilangan kemauan kerja. Yakinlah bahwa ilmu tanpa amal semata-mata tidak akan menyelamatkan orang. Jika disuatu medan pertempuran ada seorang yang gagah berani dengan persenjataan lengkap dihadapkan dengan seekor singa yang galak, dapatkah senjatanya melindungi dari bahaya, jika tidak diangkat, dipukulkan dan ditikamkan? Tentu saja tidak akan menolong, kecuali diangkat, dipukulkan dan ditikamkan. Demikian pula jika seseorang membaca dan mempelajari seratus ribu masalah ilmiah, jika tidak diamalkan maka tidaklah akan mendatangkan faedah.
Wahai anak! Berapa malam engkau berjaga guna mengulang-ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tak tahu, apa yang menjadi pendorongmu. Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari materi dan kesenangan dunia atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau. Namun jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulallah saw dan menyucikan budi pekertimu serta menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, maka mujurlah engkau. Benar sekali kata seorang penyair, “Biarpun kantuk menyiksa mata, Akan percuma semata-mata jika tak karena Alloh semata”.
Wahai anak! Hiduplah sebagaimana maumu, namun ingat! bahwasanya engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat! engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat! engkau pasti akan menerima balasannya nanti.
Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan Haul Guru Kami Bapak Kyai Haji Ahmad Dahlan Hamarta bin Kyai Haji Ahmad bin Guru Ali...tgl 14 Jan 2017

Selasa, 16 Juli 2013

Nabi Ayub Pun Kan Tersenyum

Allah mencintai hamba-hamba-Nya dengan cara yang unik dan berbeda-beda. Semakin tinggi ketakwaan seorang hamba, semakin unik cara Dia mencintainya. Salah satunya adalah Nabi Ayub. Lelaki yang diamanahkan Allah untuk mengemban misi ketuhanannya itu dicintai Allah dengan penyakit yang sangat parah. Tak tanggung-tanggung, karena penyakitnya itu, Ayub alaihi salam dijauhi sahabat dan kerabatnya. Mereka tak tahan berdekatan lantaran aroma tak sedap dan takut tertular.
Maha suci Allah yang telah menciptakan manusia semulia Ayub. Ia tak pernah membenci Allah dengan takdirnya, tak pula ia merasa bahwa Tuhan yang dicintainya itu tak adil terhadapnya. Semakin berat sakit yang dirasa, semakin cinta Ayub kepada Allah. Dan mulianya Ayub, semakin parah penyakitnya semakin ia tersenyum. Allah dan para malaikat pun kan tersenyum oleh kesabaran lelaki mengagumkan itu.
Memang takkan sebanding jika sekarang saya mengajukan sebuah nama untuk menyandingkannya dengan Nabi Allah itu. Namun teramat banyak saya harus belajar tentang arti kesabaran dan cinta kepada Allah dari sahabat yang satu ini. Hesti, alias Titi yang lima belas tahun menderita radang sendi sehingga ia kini hanya bisa tergolek tak berdaya di kamar tidurnya. Namun ia tetap terlihat ceria dan bersemangat menjalani hidupnya. “Saya ingin terlihat tetap bersyukur, dan saya ingin tersenyum saat harus menghadap-Nya,” ujar gadis itu.
Kemarin saat bertelepon dengannya, saya bertanya satu hal yang paling tidak ingin saya tanyakan kepadanya karena khawatir menyinggung perasaannya. “Mbak, tak inginkah mbak Titi sembuh?”
Saya tak pernah menyangka jawabannya. “Tidak, sebaiknya saya tetap seperti ini sambil Allah memberikan kehendaknya.”
Titi pun menjawab penasaran saya yang seolah bertanya, “kenapa.” Menurutnya, ia amat bersyukur Allah menimpakan penyakit ini kepadanya, meski sudah sangat lama ia menjalani hari-harinya di kamar tidur. Hidup dengan bantuan orang lain, bahkan untuk ke kamar kecil sekali pun. Radang sendi yang dideritanya membuat seluruh persendiannya sakit tak berdaya. Ia membutuhkan bantuan orang lain untuk seluruh aktivitasnya.
Tapi Titi tetap tersenyum. “Kalau saya sembuh, saya tidak yakin akan tetap sedekat ini dengan Allah. Saya tak pernah yakin akan tetap khusuk beribadah, akan menangis di setiap sujud panjang saya jika saya bisa berdiri dan sehat. Boleh jadi saya akan menjauh dari-Nya, hidup dalam kesenangan yang membuat saya lupa akan kematian,” tuturnya.
“Jadi, mbak tidak ingin sembuh?” tambah saya yang semakin termangu oleh kata-kata ajaibnya.
“Biarlah saya tetap seperti ini. Saya yakin Allah sedang mencintai saya dengan takdirnya. Jujur, saya tak ingin sembuh karena saya takut Allah tak lagi mencintai saya.” Duh, Titi rasanya tak ada alasan Allah tak mencintaimu. Sungguh saya iri kepada Titi, karena saya yakin Nabi Ayub akan pun tersenyum melihat Titi. ***

Senin, 11 Maret 2013

Mukjizat Allah yang Mencengangkan Para Ilmuwan Barat

Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.


Para ilmuwan selama hampir 3 tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah ) dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!!!

Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut. Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengng tidak tahu harus berkomentar apa.

Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan di antara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Setelah 5 hari mengadakan kajian dan penelitian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Sang ilmuwan muslim tersebut mengatakan: “Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1.400 tahun yang lalu!”

Maka para ilmuwan yang hadir pun tersentak dengan pernyataan tersebut, dan meminta dengan sangat untuk menunjukkan tafsir dan makna dari kejadian itu.

Sang ilmuwan muslim segera menyitir firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا (٤٤)

“…Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra`: 44)

Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafazh jalalah (nama Allah) sebagaimana tampak dalam layar.

Maka keheningan dan keheranan yang luar biasa menghiasi aula di mana ilmuwan muslim tersebut berbicara.

Subhanallah, Maha suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian banyak mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah. Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap penelitian ini, yaitu profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk mendiskusikan tentang agama yang di bawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) sebelum 1.400 tahun lalu tentang fenomena ini. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah al-Qur`an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnich – Miloun, ia mengatakan: “Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam al-Qur`an. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan syahadatain: “Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya!”

Seorang profesor ini telah mengumumkan Islamnya di hadapan para hadirin yang sedang terperangah.

Allahu akbar! Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sadar dari kelalaiannya, dan mengetahui bahwa agama yang haq ini adalah Islam!

Senin, 28 Januari 2013

Banyak Pendusta Sebelum Kiamat Terjadi

Muslim meriwayatkan dari hadist Syu’bah dan selainnya, dari Sammak dari Jabir bin Samurah, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Akan muncul para  pendusta sebelum kiamat terjadi.” Berkata Jabir : berhati-hatilah terhadap mereka.

Berkata Imam Ahmad : telah menceritakan kepada kami Musa dari Ibnu Luhaiah dari Abu Zubair dari Jabir bahwasanya ia berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda : “Sebelum terjadinya kiamat akan muncul para pembohong diantara mereka penduduk Yamamah, penduduk San’a Al;Absy, penduduk Himyar, dan diantara mereka Dajjal dan ia adalah fitnah yang paling besar.” Berkata Jabir : “Sebagian sahabatku berkata jumlah mereka kurang lebih tiga puluh orang.” Ahmad menyendiri dalam riwayat ini.

Dan telah ditetapkan di dalam shahih Bukhari dari Abul Yaman dari Syuaib dari Abu Zinad dari A’raj dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda : “Tidak akan  terjadi kiamat hingga muncul para pendusta berwujud dajjal kurang lebih tigapuluh orang semuanya mengaku bahwasanya ia utusan Allah.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yami’ dari Abdurrazak dari Ma’mar dari Hamaam bin Munabbih dari Abu Hurairah dari Nabi kecuali beliau bersabda : yanba’its (muncul).

Berkata Imam Ahmad : telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far dari Syu’bah, aku mendengar  Ala’I bin Abdurrahman menceritakan dari ayahnya dari Abu Hurairah dari Nabi bahwasanya  beliau bersabda : Tidak akan terjadi kiamat hingga muncul para pendusta berjumlah tigapuluh  orang semuanya mengaku utusan Allah, harta melimpah ruah, fitnah bermunculan, huru-hara semakin banyak,  Abu Hurairah berkata, ditanyakan : Huru-hara yang  bagaimana?  Beliau menjawab : Pembunuhan…pembunuhan….Pembunuhan…. beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.” Ahmad menyendiri dalam jalur ini yang mana hadist sesuai dengan syarat Muslim. Abu Dawud meriwayatkan pula dari AlQa’nabi dari Ad-Darawardi dari Ala’I dengan sanad tersebut, dan dari Hadist Muhammad bin ‘Amr dari Al Qamah dari Abu Salamah dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda : “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga muncul  tiga puluh orang pendusta setiap mereka berdusta kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Auf dari Jallas dari Abu Hurairah  dari Nabi beliau bersabda : “Sebelum terjadinya kiamat akan ada sekitar tigapuluh pembohong  semuanya mengatakan : “saya adalah Nabi.” Sanad hadist ini baik dan hasan, Ahmad menyendiri pula dalam riwayat ini.

Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Hasan bin Musa dari Ibnu Lahiah dari Salamaan bin amir dari Abu Utsman Al Ashbahy, ia berkata, aku mendengar Abu Hurairah berkata, Bahwasanya Rasulullah bersabda, : “akan ada pada umatku para pembohong mereka datang membawa tambahan di dalam hadist yang kalian belum mendengarkannya demikian pula Bapak-bapak  kamu maka berhati-hatilah dan menjauhlah dari mereka agar mereka tidak menipu kalian..”

Di dalam shahih Muslim dari hadist Abu Qilabah dari  Abu Asma’ dari Tsauban, ia berkata, Rasulullah bersabda : “Sungguh akan ada pada umatku para pendusta yang berjumlah tigapuluh orang seluruhnya mengaku bahwa dirinya adalah Nabi, dan Aku adalah penutup para Nabi tidak ada Nabi sesudahku. “

Imam Ahmad berkata, Telah menceritakan kepada kami Abul Walid dari Abdullah bin Ayaad bin Laqiit dari Abaar dari ‘Abdurrahman bin An’am atau Nu’aim Al A’rajy sebagaimana hadist diatas : Abul Walid berkata, Seseorang bertanya kepada Ibnu ‘Umar tentang nikah mut’ah dan ia memiliki wanita yang dinikahinya secara mut’ah? Maka Ibnu Umar menjawab : Demi Allah, tidaklah kami pada zaman Rasulullah ragu dan tidak pula melakukan zina, kemudian Ibnu ‘Umar berkata, Demi Allah, aku telah mendengar Rasulullah bersabda: “Akan ada sebelum kiamat Al Masih Dajjal dan para pembohong  sebanyak tiga puluh orang atau lebih.”
2. Isyarat Nabawiyah bahwasanya akan ada di dalam kaum muslimin orang-orang yang mengajak ke neraka

Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari hadist Mauraq Al-Ajali dari Ibnu ‘Umar sebagaiman hadist di atas. Ahmad menyendiri dalam riwayat ini. Berkata Al-Hafidz Abu Ya’la: telah menceritakan kepada kami Wasil bin Abdul A’ala dari Ibnu Fudail dari Laits dari Sa’id bin Amir dari Ibnu ‘Umar , Ia berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda:
إِنَّ فِى أُ مَّتِى لَنَيفًا وَسَبْعِينَ دَا عِيًا كَُلُّهُمْ دَاعٍ إِلَى النَّارِ لَوْأَشَاءُ لأَنْبَأْتُكُمُ بِأَسْمَائِهِمْ وَقَبَائِلِهِمْ
 “Sesungguhnya akan ada pada umatku tujuhpuluhan lebih da’i semuanya mengajak ke neraka, jika aku mau akan kukabarkan kepada kalian nama-nama dan suku-suku mereka.” Sanad hadist ini tidak mengapa.

Telah diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad di atas sebuah hadist tentang minum dengan menempatkan mulut di air serta minum dengan tangan, berkata Al-Hafidz Abu Ya’la : telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dari Muhammad bin Al-Hasan  Al Asady dari Harun bin Shaleh Al Hamdaany dari AlHirs bin ‘Abdurrahman dari Abull Jallas, ia berkata, aku mendengar Ali berkata kepada ‘Abdullah bin Saba’ : celakalah engkau, tak ada satupun  yang sampai kepadaku kecuali akan aku sampaikan kepada manusia, dan aku telah mendengar Rasulullah bersabda: “bahwasanya akan ada sebelum kiamat tiga puluh orang pendusta”, dan engkau salah seorang diantara mereka. Diriwayatkan pula oleh Abu Bakar bin Syaibah dari Muhammad bin Al Husain sebagaimana di atas.

Abu Ya’la berkata, telah menceritakan kepada kami Zahrah dari Jarir dari Tlais dari Bisyr dari Anas, ia berkata, Rasulullah bersabda : “Akan datang sebelum munculnya Dajjal tujuhpuluh lebih pembohong.” Dalam hadist ini terdapat keganjilan adapun di dalam kitab shahih lebih kuat.

Ahmad berkata’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazak dari Ma’mar dari Zuhri dari Thalhah bin  ‘Abdullah dari Auf dari Abu Bakar, ia berkata, Musailamah  datang dengan tiba-tiba sebelum Nabi mengucapkan sesuatu, lalu Rasulullah berdiri dan berkotbah, beliau bersabda : “Adapun pria ini yang kalian banyak menceritakannya ia adalah pembohong diantara tiga puluh pembohong yang akan keluar sebelum terjadinya kiamat dan tidak ada satu negeripun kecuali ancaman Dajjal akan menghampirinya.”

Dan juga telah diriwayatkan oleh Ahmad dari Hajjaj dari Laits bin Sa’ad dari Uqil dari Ibnu Syihab dari Talhah dari ‘Abdullah bin Auf dari Iyad bin Nafi’ dari Abu Bakrah kemudian ia menyebutkannya, di dalamnya terdapat tambahan : “Sesungguhnya ia adalah pembohong diantara tiga puluh pembohong yang keluar sebelum Dajjal, dan tidak ada satu negeripun kecuali akan ancaman Dajjal akan menghampirinya.” Ahmad menyendiri dalam riwayat ini dari dua jalur.

Imam Ahmad berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far al Madany ( Muhammad bin Ja’far ) dari Abbad bin Al Aram   dari Muhammad bin Ishak  dari Muhamm bin Al Munkadir dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Bahwasanya sebelum datangnya Dajjal akan ada tahun-tahun penuh dengan tipu daya, orang yang biasa berkata benar jadi berdusta, dan para pendusta dibenarkan perkataannya, orang yang jujur berkhianat, dan para pengkhianat diberi kepercayaan, dan ruwaibidah pada saat itu turut berbicara, ditanyakan : siapakah ruwaibidah itu ? Beliau menjawab : orang-orang dungu yang ikut berbicara dalam urusan umat.” Sanad hadist ini baik. Ahmad menyendiri pada jalur ini. (Lr-Ibnu Katsir) (Sumber eramuslim)

Sabtu, 05 Januari 2013

Surat Imam Al-Ghazali kepada Salah Seorang Muridnya

Wahai anak! Nasehat itu mudah, yang sulit adalah menerimanya; karena terasa pahit oleh hawa nafsu yang menyukai segala yang terlarang. Terutama dikalangan penuntut ilmu yang membuang-buang waktu dalam mencari kebesaran diri dan kemegahan duniawi. Ia mengira didalam ilmu yang tak bersari itulah terkandung keselamatan dan kebahagiaan, dan ia menyangka tak perlu beramal. Inilah kepercayaan filsul-filsuf.
Ia tidak tahu bahwa ketika ada pada seseorang ilmu, maka ada yang memberatkan, seperti disabdakan Rasulallah saw: “Orang yang berat menanggung siksa di hari kiamat ialah orang yang berilmu namun tidak mendapat manfaat dari ilmunya itu.”
Wahai anak! Janganlah engkau hidup dengan kemiskinan amal dan kehilangan kemauan kerja. Yakinlah bahwa ilmu tanpa amal semata-mata tidak akan menyelamatkan orang. Jika disuatu medan pertempuran ada seorang yang gagah berani dengan persenjataan lengkap dihadapkan dengan seekor singa yang galak, dapatkah senjatanya melindungi dari bahaya, jika tidak diangkat, dipukulkan dan ditikamkan? Tentu saja tidak akan menolong, kecuali diangkat, dipukulkan dan ditikamkan. Demikian pula jika seseorang membaca dan mempelajari seratus ribu masalah ilmiah, jika tidak diamalkan maka tidaklah akan mendatangkan faedah.
Wahai anak! Berapa malam engkau berjaga guna mengulang-ulang ilmu, membaca buku, dan engkau haramkan tidur atas dirimu. Aku tak tahu, apa yang menjadi pendorongmu. Jika yang menjadi pendorongmu adalah kehendak mencari materi dan kesenangan dunia atau mengejar pangkat atau mencari kelebihan atas kawan semata, maka malanglah engkau. Namun jika yang mendorongmu adalah keinginan untuk menghidupkan syariat Rasulallah saw dan menyucikan budi pekertimu serta menundukkan nafsu yang tiada henti mengajak kepada kejahatan, maka mujurlah engkau. Benar sekali kata seorang penyair, “Biarpun kantuk menyiksa mata, Akan percuma semata-mata jika tak karena Alloh semata”.
Wahai anak! Hiduplah sebagaimana maumu, namun ingat! bahwasanya engkau akan mati. Dan cintailah siapa yang engkau sukai, namun ingat! engkau akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah seperti yang engkau kehendaki, namun ingat! engkau pasti akan menerima balasannya nanti.

Rabu, 30 Mei 2012

Tanda tanda kemunculan imam mahdi

Para ulama membagi Tanda-tanda Akhir Zaman menjadi dua. Ada Tanda-tanda Kecil dan ada Tanda-tanda Besar Akhir Zaman. Tanda-tanda Kecil jumlahnya sangat banyak dan datang terlebih dahulu. Sedangkan Tanda-tanda Besar datang kemudian jumlahnya ada sepuluh. Alhamdulillah, Allah sayang sama umat manusia. Sehingga Allah datangkan tanda-tanda kecil dalam jumlah banyak sebelum datangnya tanda-tanda besar. Dengan demikian manusia diberi kesempatan cukup lama untuk merenung dan bertaubat sebelum tanda-tanda besar berdatangan.

Banyak pendapat mengatakan bahwa kondisi dunia dewasa ini berada di ambang datangnya tanda-tanda besar Kiamat. Karena di masa kita hidup dewasa ini sudah sedemikian banyak tanda-tanda kecil yang bermunculan. Praktis hampir seluruh tanda-tanda kecil kiamat yang disebutkan oleh Nabishollallahu ’alaih wa sallamsudah muncul semua di zaman kita. Maka kedatangan tanda-tanda besar tersebut hanya masalah waktu. Tanda besar pertama yang bakal datang ialah keluarnya Dajjal. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa sebelum munculnya Dajjal harus datang terlebih dahulu Tanda Penghubung antara tanda-tanda kecil kiamat dengan tanda-tanda besarnya. Tanda Penghubung dimaksud ialah diutusny Al-Mahdi ke muka bumi.

Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallammengisyaratkan bahwa Al-Mahdi pasti datang di akhir zaman. Ia akan memimpin ummat Islam keluar dari kegelapan kezaliman dan kesewenang-wenangan menuju cahaya keadilan dan kejujuran yang menerangi dunia seluruhnya. Ia akan menghantarkan kita meninggalkan babak keempat era para penguasa diktator yang memaksakan kehendak dan mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya dewasa ini menuju babak kelima yaitu tegaknya kembali kekhalifahan Islam yang mengikuti manhaj, sistem atau metode Kenabian.

(Abu Daud - 3733) "Sekiranya dunia ini tidak tersisa kecuali hanya sehari, Zaidah menyebutkan dalam haditsnya, "maka Allah akan memanjangkan hari itu, " kemudian mereka bersepakat -dalam menyebutkan lafadz- hingga Allah mengutus seorang laki-laki dariku, atau dari keluargaku; namanya mirip dengan namaku, dan nama bapaknya juga mirip dengan nama bapakku. Dalam hadits Fithr ditambahkan, "Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan, sebagaimana kezhaliman dan kelaliman pernah memenuhinya."

Lelaki keturunan Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallamtersebut adalah Al-Mahdi. Ia akan diizinkan Allah untuk merubah keadaan dunia yang penuh kezaliman dan penganiayaan menjadi penuh kejujuran dan keadilan. Subhanallah...! Beliau tentunya tidak akan mengajak ummat Islam berpindah babak melalui perjalanan tenang dan senang laksana melewati taman-taman bunga indah atau melalui meja perundingan dengan penguasa zalim dewasa ini apalagi dengan mengandalkan sekedar ”permainan kotak suara”..! Al-Mahdi akan mengantarkan ummat Islam menuju babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah melalui jalan yang telah ditempuh Nabi Muhammadshollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya, yaitu melalui al-jihad fi sabilillah.

Al-Mahdi akan berperan sebagai panglima perang ummat Islam di akhir zaman. Beliau akan mengajak ummat Islam untuk memerangi para Mulkan Jabriyyan (Para Penguasa Diktator) yang telah lama bercokol di berbagai negeri-negeri di dunia menjalankan kekuasaan dengan ideologi penghambaan manusia kepada sesama manusia. Bila Allah mengizinkan Al-Mahdi untuk menang dalam berbagai perang yang dipimpinnya, maka pada akhirnya ia akan memimpin dengan pola kepemimpinan berideologi aqidah Tauhid, yaitu penghambaan manusia kepada Allah semata. Banyak ghazawat (perang) akan dipimpin Al-Mahdi. Dan –subhaanallah- Allah akan senantiasa menjanjikan kemenangan baginya.

(Ahmad - 1458) "Kalian akan memerangi Jazirah Arab kemudian Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian." Nafi' berkata; Jabir berkata; "Dajjal tidak akan keluar sampai Romawi ditaklukkan."

Lalu apa sajakah indikasi kedatangan Al-Mahdi? Dalam sebuah hadits Nabishollallahu ’alaih wa sallam memberikan gambaran umum indikasi kedatangan Al-Mahdi. Ia akan diutus ke muka bumi bilamana perselisihan antar-manusia telah menggejala hebat dan banyak gempa-gempa terjadi. Dan kedua fenomena sosial dan fenomena alam ini telah menjadi semarak di berbagai negeri dewasa ini.

(Ahmad - 10898) "Aku berikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al Mahdi, ia diutus kepada umatku ketika terjadi perselisihan dan kegoncangan di antara manusia, lalu bumi akan dipenuhi dengan keseimbangan dan keadilan sebagaimana ia telah dipenuhi oleh kejahatan dan kezhaliman. "

Hadits berikut ini bahkan memberikan kita gambaran bahwa kedatangan Al-Mahdi akan disertai tiga peristiwa penting. Pertama, perselisihan berkepanjangan sesudah kematian seorang pemimpin. Kedua, dibai’atnya seorang lelaki (Al-Mahdi) secara paksa di depan Ka’bah. Ketiga, terbenamnya pasukan yang ditugaskan untuk menangkap Al-Mahdi dan orang-orang yang berbai’at kepadanya. Allah benamkan seluruh pasukan itu kecuali disisakan satu atau dua orang untuk melaporkan kepada penguasa zalim yang memberikan mereka perintah untuk menangkap Al-Mahdi.

(Abu Daud - 3737) "Akan terjadi perselisihan saat matinya khalifah, lalu seorang laki-laki (Al Mahdi) akan keluar dari Madinah pergi menuju Makkah. Lantas beberapa orang dari penduduk Makkah mendatanginya, mereka memaksanya keluar (dari dalam rumah) meskipun ia tidak menginginkannya. Orang-orang itu kemudian membaiatnya pada suatu tempat antara Rukun (Hajar Asawad) dan Maqam (Ibrahim). Lalu dikirimlah sepasukan dari penduduk Syam untuk memeranginya, tetapi pasukan itu justru ditenggelamkan oleh (Allah) di Al Baida, tempat antara Makkah dan Madinah."

Saudaraku, sebagian pengamat tanda-tanda akhir zaman beranggapan bahwa indikasi yang pertama telah terjadi, yaitu perselisihan dan kekacauan yang timbul sesudah wafatnya seorang pemimpin. Siapakah pemimpin yang telah wafat itu? Sebagian berspekulasi bahwa yang dimaksud adalah Saddam Husein. Karena semenjak kematiannya, negeri Irak berada dalam kekacauan berkepanjangan. Wallahua’lam bish-showwab. Bila analisa ini benar berarti dewasa ini kita sudah harus bersiap-siap untuk berlangsungnya pembai’atan paksa Al-Mahdi di depan Ka’bah.

Saudaraku, bila ketiga peristiwa di atas telah terjadi, berarti Ummat Islam di seluruh penjuru dunia menjadi tahu bahwa Al-Mahdi telah datang diutus ke muka bumi. Panglima ummat Islam di Akhir Zaman telah hadir.. . Dan bila ini telah menjadi jelas kitapun terikat dengan pesan Nabishollallahu ’alaih wa sallam sebagai berikut:

(Ibnu Majah - 4074) "Jika kalian melihatnya, maka berbaiatlah kepadanya walaupun sambil merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah Al Mahdi."

Ya Allah, izinkanlah kami bergabung dengan pasukan Al-Mahdi. Ya Allah anugerahkanlah kami rezeki untuk berjihad di jalanMu bersama Al-Mahdi lalu memperoleh salah satu dari dua kebaikan: ’isy kariman (hidup mulia di bawah naungan syariat Allah) atau mut syahidan (mati syahid). Amin...



Mengapa Kita Membaca Al Qur'an Meskipun Tidak Tahu Satupun Artinya?


Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan / area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari. Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?
Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”
Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.
Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.
Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.
Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.
Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”
Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ” Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an ? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.
Betapa Menakjubkannya Al-Qur'an, disaat kita membacanya mampu memberi perubahan yang dahsyat terhadap kita, apalagi jikalau kita memahami arti dan maknanya. Subhanallah.

Jumat, 18 Mei 2012

Fase Alam Barzakh

Anda baru saja melewati pintu masuk bertuliskan “Kematian” (Maut). Petugas pencabut nyawa, Malakul Maut sudah menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Anda adalah orang yang sukses menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah dengan baik ketika hidup di atas bumi Allah ini. Sebab itu Malakul Maut datang dengan penampilan yang sangat sopan, berpakaian putuh bersih dengan aroma harum kasturi. Sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan sangat hati-hati sehingga nyaris tidak Anda rasakan. Ketika Anda menghembusakan nafas terakhir sambil mengucapkan لآ الــه الا اللــه (Tiada tuhan yang pantas disembah selain Allah), orang-orang di sekitar Anda akan melihat wajah Anda yang berseri-seri sambil tersenyum simpul. Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan meraih The Great Success (Kesuksesan Tanpa Batas).
Suasana di sekeliling Anda tiba-tiba berubah menjadi isak tangis dan kesedihan yang mendalam diekspresikan oleh anak, istri, karib kerabat, sahabat, teman sejawat Anda yang sempat hadir menyaksikan peristiwa perpisahan sementara dengan Anda. Suasananya sangat kontras dengan ketika Anda memasuki fase kehidupan dunia, yakni ketika lahir sekian tahun yang lalu. Ketika itu, Anda yang berteriak menangis sejadi-jadinya, sedang orang-orang yang ada di sekitarnya malah tersenyum dan teretawa. Sekarang suasana jadi terbalik, giliran Anda yang tersenyum dan mereka yang menangis sejadi-jadinya. Anda telah melewati pintu masuk Alam Barzakh yang bernama Kematian (Maut) dengan cepat dan amat bahagia. Tempat penginapan sementara yang bernama Barzakh sudah sejak lama disiapkan untuk Anda dengan situasi dan kondisi nyaris seperti yang akan Anda dapatkan ketika kembali kepada Tuhan Pencipta di Akhirat nanti; ketika Anda meraih The Great Success, yakni Syurga.
Bagi Anda yang gagal menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah semasa mendapat jatah hidup di dunia, Izrail (Malakul Maut) telah datang kepada Anda dengan wajah yang marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia telah memperlakukan Anda dengan sangat kasar sambil dibentak-bentak dan berkata : Wahai Hamba Allah, Inilah balasan awal dari kegagalanmu dalam menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan pada Tuhan Pencipta. Ia telah pula mencabut nyawa Anda dengan kasar sekasar-kasarnya. Sulit untuk dibayangkan. Dengan melihat kondisi Anda yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokan Anda mengeluarkan suara yang menakutkan orang di sekitar. Anda membolak balikan badan ke kiri dan ke kanan, serta mata yang terbelalak ketakutan. Wajah Anda mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda hadapi; ketakutan, kengerian, putus asa, namun Anda tidak bisa lari dari suasana itu. Begitulah seterusnya sambil nafas Anda turun naik mengeluarkan suara yang menyeramkan. Kondisi dan suasana serta tingkat kesulitan yang sudah Anda alami setimpal dengan tingkat kegagalan Anda menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah serta tingkat kedurhakaan Anda pada Tuhan Pencipta semasa Anda hidup di dunia. Sebab itu, sering kita melihat orang-orang seperti ini ada yang sekaratnya berjam-jam, dan bahkan berhari-hari.
Bagaimanapun sulitnya Anda menghadapi Sakratulmaut dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti sampai juga ke Alam Barzakh. Karena Anda mustahil bisa menghindar, apalagi kabur menjadi buron sebagai the most wanted seperti ketika Anda masih hidup di dunia. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda di dunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang yang tadinya sangat baik dan akrab dengan Anda hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap nasi dari Anda. Mungkin sebagian mereka ada yang merasa lega atas kepergian Anda, karena mereka tahu betul semasa di dunia Anda adalah koruptor kelas kakap, tukang tilap uang negara, pezina, pemabok, suka berbuat curang dalam melaksanakan proyek atau perdagangan. Atau mungkin Anda suka memberikan kesaksian palsu. Ijazahpun Anda palsukan untuk meraih kursi bupati, wali kota atau anggota legislatif liannya. Atau mungkin Anda tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem dan aturan main Ilahi, Tuhan Pencipta Anda dan jagad raya.
Atau sebagai atasan yang suka menindas bawahan. Atau pengusaha yang suka menggusur tanah masyarakat dengan kekerasan, serta dibeli dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, dengan menggunakan preman dan oknum aparat hanya untuk kepentingan bisnis pribadi atau bisnis Bos Anda. Atau mungkin Anda orang yang diberi Allah rezeki yang berkecukupan bahkan kaya raya namun menelantarkan anak yatim dan tidak peduli terhadap derita kemiskinan yang melanda mayoritas masyarakat. Atau Anda seorang pejabat legislatif yang dengan bangganya pergi pelesiran ke luar negeri dengan dalih studi banding sambil membawa istri dengan menggunakan uang rakyat begitu saja di tengah derita musibah (ujian) dari Tuhan Pencipta, dan kemiskinan yang melanda mayoritas konstituen yang memilih Anda ketika pemilu beberapa tahun. Atau Anda memakan uang rakyat dengan dalih lainnya seperti jatah pembelian mesin cuci, gaji ke 13, asuransi, dana untuk memperoleh aspirasi rakyat, dan apapunlah nama dan alasannya…
Atau Anda pejabat dan pegawai pemerintah yag suka mempersulit masyarakat mengurusi berbagai macam urusan dan keperluan mereka seperti, pajak, KTP, paspor dan keperluan lainnya. Anda sudah terbiasa memeras mereka dengan berbagai cara agar Anda memperoleh harta secara tidak halal, padahal Anda sudah digaji negara. Atau Anda seorang pejabat pajak yang menggelapkan tagihan pajak sesungguhnya dari masyarakat dan tidak menyetorkannya ke kas negara kecuali sebagiannya. Atau anda tekan pengusaha agar mereka terpaksa bernegosiasi dengan Anda, lalu dengan mudah Anda bisa memangkas jumlah pajak yang sebenarnya karena Anda menerima bayaran (sogokan) dari para wajib pajak itu. Atau Anda yang tidak mau membayar zakat, kendati sudah diundang-undangkan. Atau Anda sebagai pengacara yang jelas-jelas membela para pelaku kejahatan tindak pidana korupsi, atau pengusaha bajingan yang sering merugikan negara dan rakyat dengan memanfaatkan celah hukum dari hukum yang tidak berwibawa dan mudah dibolak-balikkan isi dan pasal-pasal karetnya. Anda dengan sukacita membagi-bagikan fee (baca : sogokan) kepada para penegak hukum seperti polisi, jaksa dan hakim yang bertugas. Hal itu Anda lakukan murni karena Anda mendapat bayaran yang besar dari para pelaku kejahatan itu, bukan sama sekali karena idealisme penegakan keadilan dan kebenaran.
Aatu Anda seorang menteri, asisten menteri atau siapa sajalah yang memiliki hubungan dengan menteri sehingga dengan mudah menjadi broker penjualan aset-aset negara yang menjadi miliki rakyat itu. Anda tidak peduli kerugian negara dan rakyat dari tindakan kejahatan seperti itu. Yang penting bagi Anda adalah meraup keuntungan besar yang menurut hawa nafsu Anda adalah halal karena masih dalam kategori FEE belaka.
Atau Anda broker-broker politik dan hukum yang bergentayangan di gedung-gedung Legislatif, Instansi Pemerintahan, Mahkamah Agung, Kejaksaan, Pengadilan dan hotel-hotel berbintang karena mengejar brokerage fee (baca : White Crime Fee) yang mempercepat Anda kaya, padahal Anda seorang pejabat negara, atau petinggi Partai Politik yang tidak berhak melakukan itu semua. Atau Anda seorang Jendral ABRI atau Jendral polisi yang menjadi backing pengusaha-pengusaha hitam di mana mereka tidak bisa hidup dan berbisnis kecuali bisnis haram atau dengan cara yang haram sehingga mereka dengan aman dan mudah berkeliaran tanpa tersentuh hukum sedikitpun. Atau Anda pemilik media cetak ataupun elektronik yang setiap saat menyebarkan kemungkaran, kemusysikan, khurafat, kebohongan, pornografi, pornoaksi, judi, penyakit sosial seperti ghibah (gosip), budaya hedonisme dan budaya merusak lainnya.
Atau Anda Presiden dan Pemimpin negara yang curang selama puluhan tahun mengurusi negara dan rakyat sehingga negara dan rakyat bangkrut sampai ke titik nadir yang paling bawah. Pada waktu yang sama, Anda, keluarga dan kroni-kroni hidup dalam kemewahan dan harta berlimpah…Atau Presiden yang merasa paling pintar dan pemimpin yang congkak tapi tidak becus mengurusi urusan rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin menumpuk dan semakin berat… Aaach…. Siapa sajalah Anda, bagaimanapun kehebatan, kekuatan dan kedudukan Anda semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipta yang bernama Izrail atau Malakul Maut. Ia hanya terfokus bagaimana ia mengakhiri jatah hidup Anda di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan.
Semua persoalan di atas sudah Anda lihat dan rasakan hasilnya. Orang-orang yang semasa di dunia berhasil menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah, telah mendapat kemudahan dan sambutan yang begitu meriah dari malaikat yang bertugas ketika mereka menerima voucher Sakratulmaut dan memasuki pintu Barzakh bernama Kematian. Bagi orang-orang yang gagal, telah pula melihat dan merasakan hasil kegagalan mereka. Pertanyaan berikutnya ialah : Di manakah Anda menginap sekarang wahai orang yang sukses atau orang yang gagal? Anda sekarang berada di tempat penginapan ketiga yang bernama Alam Barzakh. Apakah Anda dikuburkan ke dalam tanah setelah melewati pintu Kematian atau tenggelam dalam laut atau menjadi debu karena hangus terbakar atau dibakar saudara atau teman Anda sendiri? Apakah Anda melewati pintu Kematian disebabkan gempa bumi, tsunami, atau disebabkan tabrakan dan narkoba? Apakah Anda melewatinya sendiri dengan bunuh diri atau dengan berjihad di jalan Allah atau di jalan Setan? Anda semuanya sekarang sedang berada pada penginapan sementara bernama Barzakh. Anda sudah tidak bisa lagi kembali ke dunia kendati sudah menyesali kekeliruan jalan hidup semasa di dunia.. Anda akan tinggal di sini sampai hari Kiamat tiba, yaitu hari kehancuran alam semesta dan pergantian alam baru bernama Akhirat. Begitulah ketetapan Tuhan Pencipta. Tidak mungkin lagi Anda membantah dan menjauh seperti ketika Anda melewati kehidupan dunia.
Pertanyaan berikutnya adalah : Berapa lama Anda tinggal di Alam Barzakh? Jawabannya ialah sampai hari kebangkitan, yakni hari saat semua manusia yang berada dalam kubur atau tidak dalam kubur dibangkitkan dan dihidupkan kembali untuk meneruskan perjalanan wisata berikutnya. Persisnya berapa lama Anda akan mendiami Alam Barzakh? Hanya Allah Tuhan Pencipta yang tahu, karena peristiwa Kiamat adalah salah satu rahasia-Nya dan tidak seorangpun di antara makhluk-Nya yang diberi ilmu tentang itu, kedati Nabi terakhir Muhammad Saw. terbukti ketika ditanya Jibril tentang kapan terjadinya hari Kiamat itu, Nabi menjawabnya dengan diplomatis: “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya”. (Al-hadits)
Lalu, bagaimana situasi dan kondisi kehidupan Anda di Alam Barzakh itu? Fenomenanya dapat diketahui saat menerima voucher Sakratulmaut dan ketika melewati pintu Barzakh yang bernama “Kematian”. Jika Anda diperlkaukan dengan baik oleh malaikat petugas kematian, Malakul Maut ketika itu, berarti itu pertanda Ada bernasib baik dan beruntung. Jika perlakuan yang Anda dapatkan tidak baik, berarti Anda tidak akan beruntung dan akan mengalami berbagai persoalann besar, bukan hanya di Barzakh, tetapi juga akan berlanjut dalam perjalanan berikutnya. Mari renungkan informasi Tuhan Pencipta berikut ini :
حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100)
Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: Ya Tuhan Penciptaku, kembalikan aku kembali (ke dunia)(99) agar aku berbuat amal shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja (tidak akan didengar Tuhan Pencipta). Dan di hadapan mereka ada barzakh (pembatas) sampai hari mereka dibangkitkan (100). (Q.S. Al-Mu’min (23) : 99-100)
Bila Anda sudah berada di Alam Barzakh, tidak ada lgi yang dapat membantu dan melindungi kecuali seperti yang dijelaskan Nabi Muhammad Saw. berikut ini.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ (رواه مسلم)
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda : “ Apabila manusia mati maka putuslah semua amalannya melainkan tiga perkara; shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang mendoakannya. (Hadits Riwayat Muslim, No. 3087)